Aku ingin menjadi
pengusaha
Orang tua ku selalu
mengatakan “teh jadi PNS aja yaa” dan aku sebagai anak hanya bisa bilang iya,
meskipun itu bukan cita-cita ku. Dan memang sejak duduk di bangku sekolah dasar
aku selalu bilang ingin jadi guru. Tapi setiap tahun cita-cita ku itu berubah-ubah,
ya maklum lah anak kecil masih labil. Namun dengan seiringnya waktu aku tau apa
cita-cita ku. Dan aku memutuskan ingin menjadi pelukis dan impian aku ingin
memiliki galeri lukisan. Oh my god tapi itu semua di bantah oleh kedua orang
tua ku terutama alm kakek, beliau selalu mengatakan “jangan jadi pelukis,
berhentilah mencintai hobby mu itu, karena itu salah satu perbuatan dosa” aku
terdiam dan hanya memikirkan itu. Aku ga bisa, tapi kakek ku berkali-kali
selalu mengatakan itu, “berhentilah, sudahlah jangan melebih-lebihkan ciptaan
tuhan itu dosa”. Makin hari makin berfikir, benar juga apa yang alm kakek
katakan. Setiap aku melukis alam atau melukis manusia, selalu lebih bagus atau tidak seperti
kenyataan yang tuhan ciptakan. Dan waktu terus berjalan, akhirnya cita-cita ku
pun berubah lagi. Agar tidak melupakan kelebihan ku menggambar, maka aku
memilih ingin menjadi designer yang terkenal. Yaah tapi orang tua ku tidak
pernah mengikuti keinginan ku itu, ah itu semua hanya membuatku bingug. Mereka
tidak pernah mengerti aku. Akhirnya sampai aku mau masuk kuliah, orang tua ku
masih saja tidak memikirkan keinginanku. Hingga akkhirnya aku bingung. Yang
lebih parahnya lagi ternyata kedua orang tua ku mempunyai pilihannya
masing-masing. Papa ku memaksaku untuk kuliah di kuningan, sedangkan mama ku
bersikeras agar aku masuk ikatan dinas di bandung. Dan tidak hanya mereka yg
mempunyai masukan, tetapi berbagai sodara memberikan masukan. Seperti tante ku
menyarankan daftar ke salah satu universitas yg mengajarkan designer. Dan ada
lagi uwa ku ingin aku menjadi penerus nya. Agar aku sekolah tata rias saja.
Hualah aku malah kerepotan dengan pilihan-pilihan mereka.
Dan akhirnya kakek ku
memberikan masukan, agar aku kuliah di kuningan saja, dan ambilah jurusan
ekonomi akuntansi. Hah awalnya sih kaget, secara aku lulusan dari ipa dan harus
kuliah ke bidang ips. Aku merasa salah jurusan
Bicara tentang keinginan diri, kita masuk ke
tahapan yang kedua: mengenali bahwa perasaan “salah-jurusan” ini memang sudah
benar-benar salah, baik secara minat maupun bakat. Karena bisa jadi perasaan
tersebut hanya salah secara minat, tetapi bukan berarti tidak berbakat di
bidang tersebut.
Apakah aku memang salah jurusan, atau hanya
karena tidak ingin, atau bahkan hanya karena ingin ikut trend yang ada
sekarang?
Aku frustasi, aku
selalu berfikir apa aku kabur saja. Tapi Mungkin itu bukan lah hal yang baik.
Tentu saja aku pun berfikir agar lebih jernih lagi. Dan akhirnya aku pun
berfikir mungkin sebaiknya aku menuruti apa kata orang tua saja. Aku ingin sekali
menjadi pengusaha, dan itu bukan lah hal yang mudah. Aku pun banyak belajar
dari banyak orang, pengusaha muda yang sukses itu banyak memotivasi ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar