Senin, 11 April 2016

Luka liku bersekolah

    
Ahkirnya tidak terasa kini aku duduk di bangku kelas tiga, dimana aku bertemu dengan teman-teman baru lagi. Awalnya sih aku merasa mereka itu bukan teman yang asik tapi setelah beberapa minggu aku berada di tengah-tengah mereka ternyata mereka itu tidak seperti yang aku pikirkan. Mereka teman yang cukup asik untuk di ajak ngobrol dan berdiskusi. Tapi setiap orang pasti ada yang menyukai ku dan ada juga yang membenciku. Begitu pun disini aku merasa ada salah seorang siswi yang kelihatannya dia tidak suka kepada ku. Terlihat jelas ketika aku mengungkapkan saran terhadap ketua kelas yang sedang diskusi mengenai kelas, dan anak itu menolak saranku dengan nada kesal dan ekspresi wajah yang begitu sinis. Tapi aku tidak membalasnya dengan nada kesal aku hanya tersenyum berusaha menerima komentar anak itu terhadapku. Ternyata benar dugaan ku anak itu memang benar tidak menyukai keberadaan aku di kelas ini, aku mengetahui nya melalui teman2 di kelas mengadu kepada ku bahwa anak itu ternyata di belakangku dia sering membicarakan yg jelek2 tentang ku. Nah dari semenjak itu aku cari tau  tentang anak itu mengapa ia begitu berusaha mencari kejelekanku, sebenarnya apa salah ku? Makin hari aku makin bingung terhadapnya karna aku pun belum mengetahui apa sebab nya. Dan akhirnya aku menyerahlah, aku rasa gak ada gunanya untuk cari tau. Aku biarkan saja ia berkata yang tidak-tidak tentang ku pada orang lain. Karena aku juga tidak merasa seperti apa yang ia bicarakan. Semenjak itu aku berusaha menjadi orang yang masa bodo, ya meskipun ada sedikit rasa kesal dan sakit hati. Tapi biarkan saja nanti juga yang benar atau yang salah pasti akan terbukti dengan sendirinya.
Hari demi hari pun aku lewati, dan lama kelamaan akhirnya terbukti bahwa dia membenciku karena aku akrab dengan cowo yang dia suka yaitu adik kelas ku di organisasi pramuka yg bernama Raka. Semenjak aku mengetahui itu semua, aku segera menjelaskan kedekatanku dengan Raka hanyalah kedekatan biasa seperti adik dan kakak. Dan akhirnya masalah ku dengan dia kelar, dan kini pun dia bersikap manis kepada ku tidak seperti biasanya lagi. Setiap kegiatan ku di sekolah aku lalui dengan suka cita karna aku masih mempunyai sahabat setia yang selalu mendukung keinginanku, ia bernama Selva teman sewaktu aku kelas sebelas. Meskipun kini kita tidak satu kelas lagi tetapi tidak membuat persahabatan kita renggang, walaupun tidak duduk satu bangku seperti biasanya. Malahan kita semakin akrab dan suka saling mengatakan kangen mungkin karena jarang bertemu dan kalaupun ketemu palingan pada jam istirahat saja itu pun kalau  aku ke kantin baru ketemu dengannya. Oh iya Semenjak aku duduk di bangku kelas tiga aku memiliki rasa yang tidak biasa kepada seorang teman laki-laki, aku sangat yakin bahwa semenjak itu aku dapat menyimpulkan bahwa aku menyukainya. Yaa meskipun dia lebih muda dari ku tapi tidak membuatku merasa beda, Itu hanya perbedaan usia saja. Lagipula tak masalah untuk ku hanya sekedar mengagumi dan menyukainya. Ia itu bernama agung, aku menyukainya karena agung beda dengan laki-laki yang lain.  Agung itu jarang keluar kelas di sela waktu yang kosong dia habiskan dengan membaca al-quran dan disaat bel istirahat agung selalu bergegas mendatangi masjid sekolah untuk sholat duha. Subhanallah, agung itu anak yang cukup baik menurutku. Sampe akhirnya aku malu untuk menyukainya, karna aku saja masih jauh dengan agama. Bagaimana bisa agung menyukai ku juga. tapi dengan ada nya agung, laki-laki yang aku kagumi sekarang ini aku jadi termotivasi ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi. sedikit demi sedikit aku belajar mengaji lagi, dan berusaha untuk tidak meninggalkan sholat. ternyata untuk menjadi lebih baik itu bukan hal yang mudah. Banyak sekali godaan, dan aku juga seringkali tergoda oleh teman-temanku yang suka meninggalkan sholat dan keluar main malam. Tapi saat ini aku sudah mengurangi main ku apalagi main di malam hari. Karena aku juga sering kena marah orang tua ku. Tetapi semenjak aku sering mengaji setelah sholat magrib, alhamdulillah orang tua ku sering memuji ku. Dan aku juga slalu bersyukur aku di pertemukan dengan laki-laki seperti agung yang mampu membuatku berfikir dewasa dan agung juga dapat memotivasi ku. Tapi aku berubah menjadi lebih baik lagi bukan karna agung. Perubahanku ini dari hati aku bukan atas dasar aku menyukai agung dan ingin diperhatikannya. Karna aku juga tahu betul keluarganya seperti apa. Ia terlahir dari keluarga yang sangat baik-baik dan Mengerti agama.
Semuanya pun berlalu dengan sendirinya, kini aku tidak lagi menyukai agung, karena semenjak aku memutuskan berubah menjadi wanita yang lebih baik. Tidak hanya orang tua dan keluarga ku saja yang menyukai perubahanku. Ternyata ada seorang laki-laki yang memang aku kenal menyukai ku juga, dia itu rizky teman satu kelas ku sejak aku duduk di bangku kelas satu.  Ternyata rizky menyimpan rasa kepada ku sejak kita sama-sama duduk di kelas yang sama. Dan tiba-tiba saja rizky mengajakku bertemu di salah satu tempat makan, lalu kita pun bertemu dan tidak disangka ia mengungkapkannya. Rizky mengungkapkan apa yang ia rasa terhadapku di depan sahabat-sahabat ku. Dan aku pun tidak berani menolaknya, karena memang sejak kelas satu aku pernah sempat memendam rasa yang sama. Dan semenjak itu pun kita resmi berpacaran. Hari demi hari pun kita lalui bersama, semenjak berpacaran kita sering menghabiskan waktu berdua. Dari mulai berangkat dan pulang bareng sampai setiap hari libur pun kita habiskan untuk belajar bersama sambil bermain. walaupun kita tidak satu kelas lagi tapi setiap ada tugas kita selalu mengerjakannya bersama, kita selalu saling bantu. Karena aku memilih untuk berpacaran itu bukan hanya untuk main kesana kemari bareng pacar.  Aku berpacaran agar bisa saling suport dan saling mendukung satu sama lain. Dan aku lakukan itu bersama rizky.
Smanda telah menjadi saksi perjalanan belajar dan bermainku, disini aku tidak hanya mempunyai sahabat dan laki-laki yang aku kagumkan atau perempuan yang membenciku sekalipun. Disini aku juga belajar menjadi sosok pemimpin dan menjadi orang yang mandiri melalui organisasi, yaitu pramuka. Pramuka mengajariku tentang banyak hal, mengubahku dari anak manja menjadi anak yang mandiri, dari pemalu menjadi sosok yang pemberani, dan yang tadinya aku wanita lemah di pramuka aku diajarkan menjadi wanita yang kuat. dan aku bangga menjadi bagian dari keluarga pramuka. Aku juga bangga bersekolah di smanda, ya meskipun banyak orang berfikiran bahwa smanda itu sekolah yang biasa saja mungkin karna tempat nya jauh dari permukiman kota. Padahal menurutku sekolah mau dimanapun tempatnya sama saja. Yang mengukur bagus atau jeleknya sekolah yaitu tingkat pendidikan dan diri kita sendiri atau siswa-siswi nya  yang mampu mengukur bagus atau tidak, bukan hanya melihat sekolah itu dari tempat atau gedungnya. Apabila di dalam nya terdapat anak2 yg memiliki nilai maka disitulah nama sekolah menjadi berkualitas. Karena sejelek apapun sekolah apabila mempunyai nilai maka disitulah orang2 akan membutuhkannya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar