Jalan-jalan ke Karawang yuk....
Berikut ini adalah destinasi Tempat wisata di Karawang mulai dari yang paling menarik dan populer serta dapat Anda jadikan tujuan wisata.
1. Pantai Tanjung Pakis
Berikut ini adalah destinasi Tempat wisata di Karawang mulai dari yang paling menarik dan populer serta dapat Anda jadikan tujuan wisata.
1. Pantai Tanjung Pakis

Pantai Tanjung Pakis ini terletak di
ujung Utara Karawang, pantai ini memiliki pasir putih dengan ombak yang tenang
dan indah. Di pantai ini sudah tersedia Penginapan berfasilitas AC dan TV, juga
tersedia dengan fasilitas pendukung wisata seperti biasa, Warung Makan
Tradisional yang menyajikan menu Ikan Bakar banyak ditemukan disepanjang pantai
ini, tersedia juga Panggung Hiburan yang memperlihatkan Live Show Dangdut
ketika Liburan Akhir Pekan, juga tersedia penyewaan perahu tradisional serta
sarana bilas setelah Anda puas berenang di laut yang jernih dan tenang ini.
Lokasi Pantai Tanjung Pakis di Kecamatan Pakisjaya sekitar 70 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
2. Pantai Tanjung Baru
Lokasi Pantai Tanjung Pakis di Kecamatan Pakisjaya sekitar 70 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
2. Pantai Tanjung Baru
Pantai Tanjung Baru terletak di ujung
Utara Karawang di sebelah Timur, pantai ini tidak jauh berbeda dengan pantai
lain yang berada di Kab. Karawang, Lokasi Pantai Tanjung Baru terletak pada teluk
di semenanjung antara Kab. Subang dan Kab. Karawang. Di kawasan pantai ini
sudah tersedia Warung Makan Tradisional yang menyajikan Menu Ikan Bakar yang
bisa dijumpai di disepanjang pantai, tersedia juga sebuah Panggung Hiburan,
Pasar Tradisional serta Penginapan dengan fasilitas yang sederhana, tersedia
juga penyewaan perahu tradisional dan juga sarana bilas air bersih setelah Anda
merasa puas berenang di laut.
Lokasi Pantai Tanjung Baru di Kecamatan Cilamaya sekitar 45 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
3. Pantai Samudera Baru
Lokasi Pantai Tanjung Baru di Kecamatan Cilamaya sekitar 45 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
3. Pantai Samudera Baru
Pantai Samudera Baru adalah obyek wisata pantai di Karawang yang menjadi
andalan dari Kab. Karawang setelah Pantai Tanjung Pakis, di pantai ini sudah
tersedia sarana - sarana pendukung Wisata Pantai, pantai yang berpasir putih
dan ombak relatif tenang, indah nan asri. Di pantai ini juga sudah tersedia
Warung Makan Tradisional yang menyajikan Menu Ikan Bakar yang bisa Anda jumpai
di sepanjang pantai ini, tersedia juga sebuah Panggung Hiburan yang menampilkan
Live Show Dangdut ketika hari libur besar, penyewaan perahu tradisional serta
sarana bilas air bersih setelah Anda merasa puas berenang di laut.
Lokasi Pantai Samudera Baru di Kecamatan Pedes sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
Lokasi Pantai Samudera Baru di Kecamatan Pedes sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
4. Curug Bandung
Curug Ban
dung adalah sebuah Keajaiban Alam yang
memiliki 7 air terjun dalam satu aliran sungai, mulai dari Curug Peuteuy, Curug
Picung dan yang paling besar adalah Curug Bandung, Curug ini terletak dibawah
kaki Gunung Sanggabuana, untuk menuju Curug ini Anda harus berjalan kaki dengan
jarak sekitar 3 km, akan tetapi Panorama Alam yang dimiliki Curug ini sangatlah
Indah, Asri, dan jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar dan merupakan
salah satu tempat wisata alam di karawang. Walau jalan untuk
menuju Curug ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki berwisata sambil
Olahraga dapat membuat tubuh Anda sehat karena udara di sekitar yang sehat dan
bersih.
Lokasi Curug Bandung terletak di Desa Mekarbuana Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
5. Danau Cipule
dung adalah sebuah Keajaiban Alam yang
memiliki 7 air terjun dalam satu aliran sungai, mulai dari Curug Peuteuy, Curug
Picung dan yang paling besar adalah Curug Bandung, Curug ini terletak dibawah
kaki Gunung Sanggabuana, untuk menuju Curug ini Anda harus berjalan kaki dengan
jarak sekitar 3 km, akan tetapi Panorama Alam yang dimiliki Curug ini sangatlah
Indah, Asri, dan jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar dan merupakan
salah satu tempat wisata alam di karawang. Walau jalan untuk
menuju Curug ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki berwisata sambil
Olahraga dapat membuat tubuh Anda sehat karena udara di sekitar yang sehat dan
bersih.Lokasi Curug Bandung terletak di Desa Mekarbuana Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
5. Danau Cipule
Danau Cipule ada karena sisa
explotasi manusia dengan para penambang pasir, danau ini terletak persis di
pinggir Kali Citarum selain luas, danau ini juga cukup dalam, namun Alam telah merubahnya
sehingga menjadi sebuah keindahan Alam di sekitar danau ini. Di Danau ini Lomba
Dayung pada PORPROV X JABAR dilaksanakan, dan juga pernah
digunakan untuk Lomba Dayung YUNIOR ASEAN pada tahun 2006.
Lokasi Danau Cipule terletak di Desa Walahar, Kec. Ciampel sekitar 11 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
Lokasi Danau Cipule terletak di Desa Walahar, Kec. Ciampel sekitar 11 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
6. Curug Cigentis -
Lokasi di Desa Mekarbuana, Kec. Tegalwaru sekitar 44 km dari Ibu Kota
Kab. Karawang.

7. Curug
Cikarapyak - Lokasi di Desa Kutamaneuh, Kec.
Tegalwaru, sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.


8. Curug Cikoleangkak - Lokasi
di Desa Kutamaneuh, Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang


9. Curug Cipanundaan - Lokasi di Desa Kutamaneuh, Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota
Kab. Karawa
ng.
10. Bendungan Parisdo (Walahar) - Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 10 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

11. Danau Kalimati - Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 11 km dari Ibu Kota, Kab. arawang.


10. Bendungan Parisdo (Walahar) - Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 10 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

11. Danau Kalimati - Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 11 km dari Ibu Kota, Kab. arawang.

12. Situ
Kamojing - Lokasi di Desa Dawuan Kec. Cikampek sekitar 22 km
dari Ibu Kota Kab. Karawang.


13. Monumen Rawa Gede - Lokasi
di Kec. Rawamerta sekitar 10 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
14. Tugu Kebulatan Tekad - Lokasi di Kec. Rengasdengklok sekitar 20 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

15. Situs Candi Blandongan - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.
16. Situs Candi Jiwa - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.
17. Situs Cibuaya I - Lokasi di Desa Cibuaya, Kec. Pedes sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
18. Situs Kuta Tandingan - Lokasi di Desa Mulyasejati, Kec. Ciampel sekitar 38 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
19. Temuan Peninggalan Purbakala - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya, Kab. Karawang sekitar 45 km dari Pusat Kota Karawang.
20. Komplek Pemakaman Para Mantan Bupati - Lokasi di Desa Manggung Jaya, Kec. Cilamaya sekitar 40 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
21. Makam Nyi Mas Rara Santang - Lokasi di Desa Jayakerta, Kec. Jayakerta sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
22. Makam Syech Quro - Lokasi di Desa Pulokelapa Kec. Lemahabang sekitar 28 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
23. Makam Ki Bagus Jabin - Lokasi di Desa Cikampek Pusaka, Kec. Cikampek sekitar 26 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
24. Situs Cikubang - Lokasi di Desa Dawuan Tengah, Kec. Cikampek sekitar 18 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
25. Vihara Shia Jin Ku Po - Lokasi di Desa Tanjungpura, Kec. Karawang sekitar 4 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
Kesenian dan Budaya di Karawang
14. Tugu Kebulatan Tekad - Lokasi di Kec. Rengasdengklok sekitar 20 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

15. Situs Candi Blandongan - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.
16. Situs Candi Jiwa - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.
17. Situs Cibuaya I - Lokasi di Desa Cibuaya, Kec. Pedes sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
18. Situs Kuta Tandingan - Lokasi di Desa Mulyasejati, Kec. Ciampel sekitar 38 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
19. Temuan Peninggalan Purbakala - Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya, Kab. Karawang sekitar 45 km dari Pusat Kota Karawang.
20. Komplek Pemakaman Para Mantan Bupati - Lokasi di Desa Manggung Jaya, Kec. Cilamaya sekitar 40 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
21. Makam Nyi Mas Rara Santang - Lokasi di Desa Jayakerta, Kec. Jayakerta sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
22. Makam Syech Quro - Lokasi di Desa Pulokelapa Kec. Lemahabang sekitar 28 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
23. Makam Ki Bagus Jabin - Lokasi di Desa Cikampek Pusaka, Kec. Cikampek sekitar 26 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
24. Situs Cikubang - Lokasi di Desa Dawuan Tengah, Kec. Cikampek sekitar 18 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
25. Vihara Shia Jin Ku Po - Lokasi di Desa Tanjungpura, Kec. Karawang sekitar 4 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.
Kesenian dan Budaya di Karawang
1. Ecor - Lokasi Kampung
Krajan Wadas, desa Kedawung, Kec. Talagasari, Kab. Karawang
2. Cara Bali - Lagu Ajeng
Karawang - Lokasi Kab. Karawang
3. Bajidor - Lokasi Kabupaten
Karawang
4. Topeng Banjet - Lokasi Kabupaten
Karawang
5. Banjet - Lokasi Kabupaten
Karawang
6. Upacara Nadran - Kec. Sukabuntu, Karawang
7. Bajing Kiring - Kec. Cikampek,
Karawang
8. Kliningan - Lokasi Kabupaten
Karawang
9. Ajeng Karawang - Lokasi Kabupaten
Karawang
|
|
|
Objek wisatanya adalah:
-Site Museum Batujaya -Situs Batujaya -Situs Cibuaya -Makam Syekh Quro -Makam Syech Bentong -Vihara sian Djin Kupoh -Bendungan Walahar -Rumah Pengasingan Bung Karno-Hatta -Tugu Kebulatan Proklamasi -Monumen Rawa Gede -Situs Cikubang -Makam Ki Bagus Jabin -Makam Nyi Mas Rara Santang -Makam Mantan Bupati Karawang -Situs Candi Balandongan -Situs Kuta Tandingan -Bajidor -Topeng Banjet -Upacara Nadran -Bajing Kiring -Kliningan -Ajeng Karawang |
Tahun 1976, H. Suwanda
menciptakan tepak kendang serta tariannya. Tepak kendang itu dipertunjukkan di
tempat hajatan dan banyak yang menyukainya. Kemudian tepak kendang itu direkam
oleh salah satu perusahaan rekaman kaset audio, untuk diterbitkan. Tepak
kendang itu belum ada namanya. Sedangkan untuk dipublikasikan jenis musik harus
ada namanya.
Berunding dengan tokoh
seni Dalang Reman, ditambah ide dari bodoran Topeng Banjet Ali Saban, akhirna
H. Suwanda menemukan istilah jenis seni itu, yaitu Tepak Jaipong atau
Jaipongan.
Bodoran yang menjadi ide
itu yaitu, tokoh Si Saban (Ali Saban) dan Si Ijem (Emas/Bi Ijem) dari Grup
Topeng Banjet Ali Saban, mencoba kemampuan juru kendangnya, untuk meniru suara
kalimat dengan tepak kendang. Kalimatnya,” Mundur, mundur, mundur. …. Maju,
maju, maju….. Blaktingpong, blaktingpong! Blaktuk, blaktuk!” Lalu
“Blaktingpong, blaktingpong!” dirubah menjadi “Jaipong, jaipong!”
Bodorannya, waktu
Ijem mengucapkan kalimat “Mundur, mundur, mundur.” Ali Saban sambil menari
berjalan maju. Waktu Ijem ngucapkeun “maju, maju, maju.” Ali Saban sambil
menari berjalan mundur. Demikian pertunjukan bodoran topeng Ali Saban di
panggung yang juru kendangnya H. Suwanda di tempat hajatan di
Karawang dan sekitarnya.
Kaset audio yang beredar
di Karawang jadi andalan bagi yang mengadakan hajatan “niis” (tidak
dengan hiburan pertunjukan langsung). Yang punya hajat “nanggap” kaset (kaset
audio yang dijalankeun tape recorder) Topeng Banjet “Daya Asmara” pimpinan Ali
Saban memakai “sompok” (loud speaker jenis horn) yang listriknya dari aki.
Dalam pikiran warga
Karawang pasti terbayang, bodoran “Mundur, mundur, mundur….. Maju, maju,
maju….. Jaipong, jaipong! …. Baktuk, blaktuk!” Ali Saban
menari, dengan H. Suwanda sebagai juru kendangnya. Waktu itu, hiburan yang
dominan di masyarakat Karawang, selain dari acara TVRI dan “dongeng Sunda” di
radio, yaitu “Topeng Banjet” dan “Kiliningan” yang berubah menjadi “Jaipongan.”
Walaupun tidak punya tape recorder sendiri, minimal mereka
mendengarkannya di tetangganya.
H. Gugum Gumbira
mengembangkan, “memodernkan”, seni Jaipong Karawang hingga terkenal ke
mana-mana, sampai ke mancanagara. H. Suwanda dan H. Gugum Gumbira
mempertunjukkan jaipongan di kedutaan-kedutaan RI, di antaranya di Srilangka
dan Jerman. Kemudian mereka dipanggil oleh yang pernah menontonnya, untuk
dipertunjukkan di kota-kota yang ada di sekitar kedutaan RI di mancanagara.
“Nepak kendang” memakai
siku yang kini diajarkan di perguruan tinggi, dan dipertunjukkan di mana-mana
dalam bentuk “rampak kendang”, mungkin tak ada yang menyangka idenya
dari Bah Awing, tokoh Topeng Banjet Karawang yang dikenal sebagai
“Bah Rewok”, serta dipopulerkan oleh H. Suwanda.
Lagu “Talak Tilu” yang
sekarang ada yang dipertunjukkan dalam video CD bajakan, dinyanyikan oleh
artis “organ tunggal” (keyboard) sambil membungkuk dan menggerak-gerakkan
pantat serta setengah telanjang, dan tentunya membuat bulu-bulu
merinding, hanya sedikit yang tahu bahwa lagu itu diciptakan oleh
H. Suwanda, serta waktu itu yang menyanyikannya memakai pakaian adat Sunda
yang rapi dan sopan.
Yang menulis buku,
membahas Jaipongan, bahwa Jaipongan diciptakan di Bandung oleh H.
Gugum Gumbira dari tarian rakyat Karawang. Kemudian buku itu jadi sumber
pengarang lainnya, jadi sumber lagi, begitu seterusnya,
sambung-menyambung. Ada yang tak sesuai dengan fakta tentang
Jaipongan, sehingga sabagian data sejarah jaipongan yang sabenarnya
melenceng. Situs Internet Wikipedia juga menguraikan Jaipongan dari
buku, tidak mengadakan konfirmasi kepada juru kendangnya. Oleh karena
itu, Jaipongan juga tersebar ke seluruh dunia melalui Internet berdasarkan data
dari buku.
H. Suwanda, juru kendang
yang menciptakan pola tepak Jaipong itu, lahir di Citopeng Desa
Bolang Kecamatan Batujaya, Karawang, 3 Maret 1950. Kini rumah serta
padepokannya berada di Krajan RT 06/05 No. 24 Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan
Karawang Barat, Karawang. (Sunta
Atmaja)
Kabupaten Karawang dilalui oleh beberapa sungai yang bermuara di Laut Jawa.
Sungai Citarum merupakan pemisah antara Kabupaten Karawang dengan Kabupaten
Bekasi, sedangkan sungai Cilamaya merupakan batas wilayah dengan Kabupaten
Subang. Selain sungai, terdapat 3 buah saluran irigasi yang besar, yaitu :
Saluran Induk Tarum Utara, Saluran Induk Tarum Tengah, dan Saluran Induk Tarum
Barat yang dimanfaatkan untuk pengairan sawah, tambak dan pembangkit tenaga
listrik.
Luas wilayah Kabupaten
Karawang 1.753,27 Km2 atau 175.327 Ha, luas tersebut merupakan
3,73 % dari luas Provinsi Jawa Barat dan memiliki laut seluas 4 Mil x 84,23 Km, dengan
batas-batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah
Utara
: Berbatasan dengan Laut Jawa
- Sebelah
Timur
: Berbatasan dengan Kabupaten Subang
- Sebelah
Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten
Purwakarta
- Sebelah
Selatan : Berbatasan
dengan Kabupaten Bogor dan Cianjur
- Sebelah
Barat
: Berbatasan dengan Kabupaten Bekasi
Peristiwa Rengasdengklok terjadi dikarenakan adanya perbedaan
pendapat antara golongan muda dan tua tentang masalah kapan dilaksanakannya
proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kejadian tersebut berlangsung tepatnya pada
tanggal 16 Agustus 1945. Golongan muda membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
ke rengasdengklok dengan tujuan untuk mengamankan keduanya dari intervensi
pihak luar. Daaerah Rengasdengklok dipilih karena menurut perhitungan militer,
tempat tersebut jauh dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Di samping itu, mereka
dengan mudah dapat mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke
Rengasdengklok dari arah Bandung maupun Jakarta.
· Kronologi Peristiwa Rengasdengklok
· Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok selama satu hari penuh. Usaha dan
rencana para pemuda untuk menekan kedua pemimpin bangsa Indonesia itu agar
cepat-cepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan tentara
Jepang tidak dapat dilaksanakan. Dalam peristiwa Rengasdengklok tersebut tampaknya
kedua pemimpin itu mempunyai wibawa yang besar sehingga para pemuda merasa
segan untuk mendekatinya, apalagi melakukan penekanan. Namun, melalui
pembicaraan antara Shodanco Singgih dengan Soekarno, menyatakan bahwa Soekarno
bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah kembali ke Jakarta.
· Berdasarkan pernyataan Soekarno itu, pada tengah hari Shodanco Singgih
kembali ke Jakarta untuk menyampaikan berita proklamasi kemerdekaan yang akan
disampaikan oleh Soekarno kepada kawan-kawannya dan para pemimpin pemuda.
Sementara itu, di Jakarta sedang terjadi perundingan antara Achmad Subardjo
(mewakili golongan tua) dengan Wikana (mewakili golongan muda). Dari perundingan
itu tercapai kata sepakat, bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus
dilaksanakan di Jakarta. Di samping itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan
rumah kediamannya dijadikan sebagai tempat perundingan dan bahkan ia bersedia
menjamin keselamatan para pemimpin bangsa Indonesia itu.
· Akhir Peristiwa Rengasdengklok
· Berdasarkan kesepakatan antara golongan pemuda dengan Laksamana Tadashi
Maeda itu, Jusuf Kunto bersedia mengantarkan Achmad Subardjo dan sekretaris
pribadinya pergi menjemput Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sebelum
berangkat Rengasdengidok, Achmad Subardjo memberikan jaminan dengan taruhan
nyawanya bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal
17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu,
komandan kompi Peta Cudanco Subeno bersedia melepas Ir. Soekarno dan Drs. Moh.
Hatta beserta rombongan untuk kembali ke Jakarta. Rombongan tersebut tiba di
Jakarta pada pukul 17.30 WIB. Itulah sejarah singkat peristiwa
Rengasdengklok yang terjadi sebelum proklamasi kemerdekaan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar