Jumat, 15 April 2016

MAKALAH ETIKA BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Sebagaimana kita mengetahui bahwa orientasi ilmu pemasaran adalah pasar.  Sebab pasar merupakan mitra sasaran dan sumber penghasilan yang dapat menghidupi dan mendukung pertubuhan perusahaan.  Oleh karena itu segala upaya dalam bidang pemasaran selalu berorientasi pada kepuasan pasar. Dan jika pasar dilayani oleh perusahaan, kemudian pasar merasa puas, maka hal ini membuat pasar tetap loyal terhadap produk perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk itu kita dituntut bukan saja mempercanggih teknik pemasaran kita tetapi juga memperhatikan tanggung jawab terhadap konsumen dan masyarakat.
            Iklan merupakan suatu bentuk komunikasi massa melalui berbagai media massa yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi non profit dan individu-individu  yang teridentifikasi dalam pesan periklanan dengan maksud memberi informasi atau mempengaruhi pemirsa dan golongan tertentu bentuknya dapat berupa tulisan, gambar, film, ataupun gabungan dari keseluruhan unsur tersebut. Urat nadi kehidupan televisi (swasta) terletak pada iklan. Tanpa iklan, mustahil  sebuah  televisi  mempertahankan  eksistensinya.
            Bagi  produsen  iklan bukan hanya menjadi alat promosi barang maupun jasa, melainkan juga untuk menanamkan citra kepada konsumen maupun calon konsumen tentang produk yang  ditawarkan.  Iklan seringkali  menggiring  khalayak  untuk  percaya  pada produk,  sehingga  mendorong  calon  konsumen untuk  mengkonsumsi  maupun mempertahankan loyalitas konsumen.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud dengan Pemasaran dan Periklanan?
2.      Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran?
3.      Apa saja peran dalam periklanan?
4.      Apa saja permasalahan yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika periklanan?

C.     Tujuan Makalah
1.      Mendeskripsikan maksud dari pemasaran dan periklanan.
2.      Mengetahui  hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran.
3.      Mengetahui fungsi dari periklanan.
4.      Mendeskripsikan permasalahan yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika periklanan.



















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Pemasaran dan periklanan
Pengertian pemasaran
            Pemasaran adalah kegiatan menciptakan, mempromosikan dan menyampai-kan barang atau jasa ke para konsumennya (Philip Kotler, 2003). Pemasaran berupaya untuk menciotakan nilai yano lebih dari pandangan konsumen atau pelanggan terhadap suatu produk perusahaan dibandingkan dengan harganya serta menampilkan nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan produk pesaingnya.
            Pemasaran merupakan salah satu fungsi utama dalam menentukan bisnis perusahaan. Tenaga pemasar merupakan sarana penghubung utama perusahaan dengan konsumen, atau dengan kata lain tenaga pemasar adalah ujung tombak bisnis perusahaan, karena merekalah yang memotivasi para konsumen untuk mernbeli produk perusahaan atau bertransaksi dengan perusahaan. Pemasaran antara produk dan jasa juga sangat berbeda. Biasanya untuk produk manufaktur diperbolehkan untuk diiklankan di media baik massa maupun elektronik.
            Sementara untuk jasa secara etis dan moral tidak diperbolehkan untuk diiklankan atau diungkapkan secara terbuka kepada khalayak umurn. Apalagi untuk anggota profesi biasanya sudah ada kode etik tersendiri yang harus dipatuhi dan dijunjung tinggi, sebagai contohnya Akuntan dan Pengacara.
            Era globalisasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pemasaran dan tentunya hal ini menimbulkan tantangan baru bagi profesi pemasar saat ini, dimana tentunya mereka dituntut untuk dapat memahami peluang untuk mendapat terobosan baru.
Terdapat beberapa tantangan bagi profesi pemasaran pada abad 21 ini yaitu:
1)      Tantangan Visi
Dimana tanggungjawab untuk melihat masa depan menjadi beban yang berat bagi para eksekutif pemasaran, dimana pemasar harus mempunyai kebe-ranian untuk mendobrak kemapanan dan kreativitas dalam menentukan strategi pemasaran.
2)      Tantangan pada Power Marketing
Konsep ini merujuk pada konsep memanusiakan pelanggan, dimana ekspek-tasi pelanggan semaktn tinggi, hal ini menyebabkan perusahaan perlu meningkatkan kepedulian pada pelanggan melalui langkah-langkah inovasi di segala bidang.
3)      Tantangan pada Transferable Marketing
Perusahaan menyusun pola pemasaran yang dapat dimanfaatkan pada beberapa lokasi dengan derajat universalitas yang ditingkatkan.
4)      Tantangan pada Manajemen Merk
Perusahaan perlu menumbuhkan adanya iklim kerja yang diwarnai dengan kebanggaan merek mengingat banyaknya jumlah merek yang beredar di pasaran. Pemasaran di lmgkungan yang mengglobal pun perlu mengadaptasi dengan budaya di negara yang bersangkutan, misalnya saja iklan Coca Cola di bulan Suci Ramadhan. Walaupun produk Coca Cola bukan berasal dari negara muslim, namun pemasaran produk tersebut disesuaikan dengan negara yang menjadi sasarannya.
                        Dunia usaha sekarang ini menghadapi lingkungan yang dinamis dan bergejolak, dimana biasanya para konsumen menuntut untuk mendapatkan produk/jasa dengan kualitas yang tinggi, namun dengan biaya yang rendah. Karena bagi perusahaan konsumen adalah raja. Pada penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth H. Greyer and William T. Ross Jr. ditemukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli:
1)      Keetisan dari perilaku perusahaan adalah pertimbangan yang penting selama pengambilan keputusan untuk membeli barang.
2)      Diharapkan suatu perilaku perusahaan yang etis.
3)      Mereka akan memberi hadiah perilaku etis dalam bentuk harga yang lebih tinggi bagi produk perusahaan tersebut.
4)      Meskipun mereka mungkin membeli dari perusahaan yang tidak etis, mereka ingin untuk membayar dengan harga yang lebih rendah bagi perusahaan yang berlaku tidak etis.
Terdapat 3 (tiga) tanggungjawab moral perusahaan dalam memasarkan produknya yaitu:
1)      Kualitas produk, tentu saja perusahaan wajib menyediakan produk sesuai dengan yang dijanjikannya baik melalui kontrak ataupun melalui iklan yang ditawarkannya.
2)      Harga, perusahaan menetapkan harga dengan selayaknya, sesuai dengan kualitas.
3)      Pemberian label serta pengemasan, hal ini dilakukan selayaknya oleh perusahaan agar konsumen mengetahui informasi yang Iengkap mengenai produk yang bersangkutan, agar konsumen tidak dirugikan karena kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
Strategi Pemasaran
Perencanaan sangat diperlukan  untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi persaingan yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi mungkin akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perencanaan dapat mencakup suatu  periode waktu yang panjang atau pendek. Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus. Masalah yang dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas, seperti masalah perluasan pabrik, pasar, atau produk.
Perencanaan jangka pendek  ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh manajemen menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat dimasukkan dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan untuk periode yang akan datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari tenaga pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu sebagai berikut :
1.      Perencanaan perusahaan secara keseluruhan.
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan straregi jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk mengembangkan rencana yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada dalam perencanaan perusahaan ini adalah masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and development ),serta penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan pemasaran ini cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan pemasaran sering dijadikan satu.
2.      Perencanaan pemasaran
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang  untuk masalah-masalah yang luas dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk ( product), harga ( price), tempat ( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus dikoordinasikan dan ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling berinteraksi dengan variabel lainnya.
3.      Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk  satu periode waktu. Dalam hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang mencakup kegiatan pemasaran setiap tahunnya.  Contoh : perencanaan pemasaran jangka panjang menentukantujuan untuk memperkenalkan produk baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun harus  dapat membuat keseimbangan dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis produk yang sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan produk ( product life cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut sehingga persediaan berkurang.     

Pengertian Periklanan
                        Kata iklan berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah  menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian iklan secara  komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau  menggiring orang untuk mengambil tindakan yang mneguntungkan bagi pihak pembuat  iklan. Sedangkan menurut Kasali (2007), periklanan adalah bagian dari bauran pemasaran yang secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media.

Iklan yang Efektif :
                        Shimp  (2003)  menyatakan  bahwa  iklan  efektif  apabila iklan  tersebut  mencapai  tujuan-tujuan  yang ingin  dicapai  oleh pengiklan. Menurut Schultz dan Tannenbaum dalam Shimp (2003), iklan yang efektif adalah iklan yang diciptakan untuk pelanggan yang spesifik, memikirkan dan memahami kebutuhan pelanggan, menekankan  pada  tindakan spesifik yang harus diambil oleh konsumen serta memahami bahwa orang-orang tidak membeli produk melainkan membeli  keuntungan dari produk tersebut. Selain itu, iklan yang efektif mendapat perhatian dan diingat serta membuat orang-orang bertindak  (melakukan pembelian).
                        Dalam konteks periklanan, iklan yang akan disampaikan sebaiknya diramu sedemikian rupa sehingga pesan yang akan disampaikan mudah dicerna dan dimengerti oleh masyarakat serta  mngandung informasi yang benar. Seandainya pesan suatu iklan dapat terpatri secara mendalam dalam benak konsumen dan konsumen mencermatinya dengan sudut pandang yang benar, maka hal itu berarti hasil kerja mekanisme pasar.

Strategi Pembuatan Iklan yang Efektif :
                        Periklanan yang efektif adalah periklanan yang telah mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pengiklan. Durianto, dkk (2003), memaparkan bahwa  dalam pemilihan strategi yang terbaik akan bergantung pada keadaan produk di dalamnya termasuk keunikan substansial  bagi konsumen,  kelemahan produk,  market  share produk, kategori  produk (baru  atau  lama),  keadaan  pasar,  strategi  periklanan pesaing, serta market segments yang dapat memunculkan peluang.

2.      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran
1)   Dimana perbandingan diijinkan oleh undang-undang, bandingkan secara jujur produk, layanan atau karyawan kita dengan kompetitor.
2)   Membuat semua estimasi harga dan rencana tanggal pengiriman secara jelas dan padat, yang mana tergantung dari variasi pengiriman pemasok dan permintaan pelanggan
3)   Tidak pernah memberikan atau menerima pembayaran atau hadiah yangtidak semestinya kepada atau dari seseorang yang berhubungan dengan penjualan atau pembelian dari produk atau layanan, biarpun untuk kesempatan bisnis di hari depan.
4)   Waspada pada kemungkinan ancaman hukum atas produk, dan bila diperlukan, memperingatkan pelanggan kita untuk bahaya-bahaya yang berhubungan dengan produk kita yang terjual.
                        Etika pemasaran disini merupakan studi mengenai aspek-aspek moral dari kegiatan pemasaran, dalam kegiatan ini dinilai dengan pedoman apakah perbuatan yang dilakukan tersebut adalah sesuai dengan asas-asas meng-hormati manusia, dan adil atau tidak.
                        Seringkali para pemasar menghadapi dilema etik, suatu keadaan dimana seseorang harus memaksa memutuskan sesuatu tindakan, yang meskipun akan memberikan keuntungan baik bagi pribadi maupun organi-sasi, namun keputusan yang diambil itu dianggap tidak etis.

3.      Peran dari periklanan
            Promosi atau iklan sesungguhnya mempunyai fungsi memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada masyarakat tentang sesuatu yang dipromosikan.  Unsur promosi dalam bauran pemasaran, harus memiliki peran yang benar, yang dapat diukur dengan kritria sebagai berikut  :
1.      Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif tentang kandungan atau komposisi barang yang dipromosikan;
2.      Sebagai fungsi menjelaskan fungsi manfaat positif barang bagi manusia;
3.      Sebagai sarana memberikan image yang benar terhadap perusahaan;
4.      Tidak ada unsur maksud memperdaya atau memanipulasi terhadap masyarakat konsumen;
5.      Selalu berpedoman pada prinsip-prinsip kejujuran;
6.      Bermaksud tidak mengecewakan konsumen dalam arti memberikan kepuasan yang terpercaya.
Unsur kejujuran sesuai dengan realita barang yang dipromosikan justru merupakan kunci dalam etika promosi. Maka sebagai konsumen kita tanggung jawab ataupun kewajiban sebagai berikut:
1.      membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
2.      beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3.      membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4.      mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

4.      Permasalahan yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika periklanan
Beberapa permasalahan yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika, sebagai berikut :
1.      Iklan yang ditampilkan tidak mendidik
2.      Dari sisi content, suatu iklan terkadang malah sering menampilkan sisi-sisi yang sama sekali tidak mendidik terhadap konsumen, taruhlah tersebut secara isi adalah benar, namun dalam visualisasi terhadap konsumen tidak mendidik. Kita dapat melihat iklan di televisi seperti iklan Motor Yamaha yang dibanggakan oleh semua iklan motor adalah jago ngebut. Terlihat dari slogan-slogannya, ada yang "yang lain makin ketinggalan" atau "Yamaha semakin terdepan". Bahkan model dari motor tersebut dari pembalap internasional, ada yang digambarkan kalau motornya lewat, semua orang pada lari ketakutan dan mencari tempat perlindungan supaya pakaiannya tidak sobek-sobek. Selain itu, ada juga yang mengendarai sepeda motor melayang-layang karena dalam kecepatan tinggi. Iklan ini secara tidak langsung mengajak pengendara motor untuk kebut-kebutan dan tidak tau aturan. Padahal jalanan di negeri ini tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Bukankah lebih baik kalau iklannya mengajak tertib lalu lintas.
3.      Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain Selain beberapa iklan yang kurang atau bahkan tidak mendidik, terdapat juga seberapa iklan yang dalam pengiklanannya saling enjatuhkan produk  lain, tentunya ini secara etis merupakan bentuk persaingan yang tidak dibenarkan, karena tindakan tersebut merugikan pihak lain.


BAB III
CONTOH KASUS
Contoh dari pemasaran :
            Perusahaan dalam memasarkan produknya hendaknya taat pada perjanjian kontrak dan perundangan yang berlaku. Perusahaan perlu menyadari bahwa mereka tergantung pada konsumen. Pelanggaran etika bukan hanya terjadi pada tahap proses produksi tapi juga terjadi pada tahap pemasaran.
            Contoh utama terlihat pada susu formula untuk bayi. Studi yang dilakukan YLKI selama lima tahun terakhir menunjukkan, berbagai cara ditempuh produsen untuk memasarkan produknya meskipun dengan cara yang kurang etis, atau cara yang telah melanggar Kode Etik' pemasaran Susu Formula yang telah ditetapkan Kode Etik Internasional.
            Salah satu caranya adalah dengan melalui saran dari para medis. Terbukti dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% ibu rumah tangga menjawab bahwa pemakaian susu formula tersebut adalah merupakan saran dari tenaga medis.
Contoh dari periklanan :
            Penayangan suatu iklan pada ruang publik seharusnya menyandarkan diri pada prinsip utama serta fungsi utama sebuah iklan. Tentunya kita telah mengetahui bahwa iklan berfungsi sebagai alat inofatif. Iklan yang sesuai bisnis adalah iklan yang penyampaiannya kepada masyarakat sesuai dengan kebenaran. Jika suatu produk memiliki kelemahan tertentu,  namun dalam pengiklanan kepada masyarakat di manipulasi sehingga seolah-olah terlihat sempurna, maka jenis iklan seperti ini adalah tidak etis.
            Salah satu contoh iklan yang mendidik adalah iklan teh sariwangi, versi “atap bocor“ yaitu menceritakan seorang istri yang ingin suaminya membenahi atap rumahnya yang bocor tapi si istri tidak mau menggangu sang suami, akhirnya si istri mengungkapkannya dengan kata lembut dan membuatkan teh pada suami agar suasana menjadi hangat.
            Pesan yang terkandung dalam iklan ini adalah tentang keharmonisan keluarga/kesetiaan istri terhadap suami. Dimana disini dijelaskan bahwa istri harus selalu bisa memahami kondisi suami dan bagaimana cara mengungkapkan perasaan istri terhadap suami dengan nada yang lembut agar si suami bisa memahami maksud istri melakukan apa yang dikatakan istri, yaitu dengan mengajak si suami nge teh dulu agar situasi hangat dan selalu bahagia di setiap kondisi apapun.
            Dalam iklan ini sama sekali tidak ada unsur kekerasan sehingga sangat mendidik buat keluarga, sangat aman untuk dilihat semua kalangan dari anak-anak sampai orang tua dan merupakan contoh yang sangat positif, dan iklan ini juga bisa mgurangi terjadinya KDRT(Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang sangat banyak kita lihat di televisi,dengan iklan ini saya yakin bisa djadikan contoh untuk para istri bagaimana memahami suami agar tidak terjadi kekerasan dalam keluarga.
















BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk dapat memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran harus mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.
Iklan yang sesuai dengan etika bisnis adalah iklan yang penyampaiannya kepada masyarkat sesuai dengan kebenaran.
Di Indonesia khususnya terdapat permasalahan-permasalahan dalam dunia periklanan terutama menyangkut iklan yang tidak mendidik, iklan yang cenderung menjelek-jelekkan produk lain karena terbenturnya dengan landasan Hukum yang tidak mendasar.
Perusahaan akan berlomba-lomba menanamkan image produknya dengan kuat kepada konsumen melalui iklan yang ditayangkan. Fenomena yang terjadi di Indonesia juga banyak iklan yang dibuat semenarik mungkin dengan mengabaikan tata krama dan tata cara periklanan di Indonesia, yang tentunya melanggar juga etika dan moral.
Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.
Sebaiknya pemerintah menerapkan peraturan atau perundangan yang secara tegas mengatur segala yang berkaitan dengan etika dan periklanan.
Produsen seharusnya tidak hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan yang maksimal tanpa melihat dari kepentingan produsen untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar produk yang diiklankan.
Pemerintah serta masyarakat berperan aktif dalam menyaring serta sebagai kontrol sosial bagi pengiklanan produk-produk yang telah keluar dari jalur etika.





















DAFTAR PUSTAKA
Morissan. 2007. Periklanan : Komunikasi Pemasaran Terpadu. Ramdina Prakasa. Jakarta.
Dewi, K. 2008. Analisis Efektivitas Iklan pada Media Televisi (Studi Kasus pada Produk  TEBS  di  Kota Bogor).  Skripsi  pada  Departemen  Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Lupiyoadi,  R  dan  A.  Hamdani.  2006.  Manajemen  Pemasaran  Jasa.  Salemba Empat, Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar